Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Ingin Tahu Pola Asuh Yang Tepat Untuk Balita? Ikuti Tips Berikut!
Halo Sobat Dy. Anak merupakan anugerah Tuhan yang dinanti-nanti oleh pasangan yang sudah menikah, bukan? Bagi saya dan suami yang cukup lama menanti buah hati, kehadirannya di keluarga kecil kami sangat membahagiakan.
Namun, dibalik kebahagiaan itu juga terselip rasa bingung tentang pola asuh pada anak. Bagaimana ya pola asuh yang tepat. Selain itu, informasi tentang pengasuhan pun banyak beredar. sehingga rasanya seperti tsunami info dan kebingungan sendiri. Duh seandaianya ada sekolah menjadi orang tua mungkin lebih baik ya.
Sebagaimana kita ketahui pola asuh antara anak dan orang tua proses interaksi antara anak dan orang tua dengan strategi tertentu. Sobat Dy, juga dapat menyimak tentang pola asuh yang baik untuk anak di artikel sebelumnya. Di artikel tersebut membahas tipe-tipe pola asuh yang dapat diterapkan untuk anak secara umum.
Namun, bagaimana pola asuh yang tepat untuk balita? Simak artikel ini hingga akhir ya. Kiat akan membahas satu per satu pola asuh yang dapat mendukung perkembangan fisik, sosial, emosi, intelektual, dan spiritualnya sejak dalam kandungan hingga dewasa.
Pentingnya Pendidikan Saat Balita
Setiap anak berhak untuk memperoleh pendidikan. Sebuah bangsa akan berkembang dan maju apabila penduduknya memiliki pendidikan yang baik, karena hal ini merupakan hal essensial untuk membangun negeri.
Oleh karena itu, sebaiknya pendidikan pun diberikan sedini mungkin. Para ahli pun menyampaikan jika pola asuh yang dilakukan salah atau tidak tepat pada usia dini, akan memicu terbentuknya pribadi yang bermasalah di masa depannya kelak.
Usia balita merupakan masa emas bagi setiap anak, karena pada usia ini anak dapat menyerap informasi hingga 80%. Pola asuh yang tepat dapat menumbuhkan fitrah belajar anak dengan optimal, karena sejatinya anak adalah pembelajar sejati. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki budi pekerti yang baik.
Pola Asuh Yang Tepat Untuk Balita
Pilihan pola asuh yang akan dilakukan dalam keluarga bukanlah keinginan salah satu pihak saja. Sebaiknya hal ini dibicarakan antara ayah dan ibu, karena pengasuhan anak merupakan tugas dan tanggung jawab kedua orangtuanya, bukan salah satu saja.
Berikut pola asuh yang tepat untuk balita:
Ayah dan ibu kompak
Sobat Dy dapat berdiskusi dengan pasangan terkait nilai moral yang akan diwariskan pada anak, kebutuhan tumbuh kembang anak. Jika ayah dan ibu kompak dalam pola pengasuhan, anak tidak akan bingung.
Kekompakan orang tua dalam pengasuhan juga memberikan contoh pada anak untuk bekerja sama dengan orang lain.
Memberikan contoh
Anak merupakan peniru ulung, sehingga ia akan menyerap informasi apapun dari lingkungan sekitarnya. Jika contoh yang diberikan baik, dia pun akan meniru baik begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya memberikan contoh yang baik agar anak pun meniru contoh yang diberikan tersebut.
Misalnya untuk membentuk pola makan sehat, orang tua dapat memberikan contoh bahwa makan dilakukan dnegan kondisi duduk, menikmati makan sayur dengan nikmat. Contoh tersebut akan ditiru anak.
Berikan pujian jika anak melakukan tindakan yang baik dan diskusikan dengannya jika anak berperilaku tidak baik.
Komunikasi produktif
KISS atau keep information short and simple. Pola komunikasi yang mudah dipahami anak adalah kalimat yang sederhana, singkat dan bermakna. Sehingga anak mudah memahaminya. Anak belum dapat memahami perintah menggunakan kalimat panjang, apalagi kalimat majemuk.
Komunikasi yang dilakukan secara intensif dan efektif akan mendukung anak dalam kehidupan sosialnya kelak. Orang tua yang sering berkomunikasi dengan anak akan mempengaruhi kecerdasan anak, lebih percaya diri, dan lebih ceria.
Disiplin
Disiplin dapat dilakukan dari hal yang sederhana lo dan dapat dilakukan sejak usia dini. Misalnya ajak anak untuk merapikan mainannya setelah bermain, makan utama yang teratur dengan jam yang sama setiap harinya.
Polanya dapat disesuaikan dengan tahapan usia anak. Hal ini akan emmbentuk anak menjadi pribadi yang mandiri saat dia dewasa kelak. Tips mendidik anak disiplin sejak dini dapat disimak di artikel sebelumnya.
Konsisten
Kedua orang tua harus konsisten terhadap aturan atau nilai yang ditanamkan pada anak-anak. Berikan penjelasan yang akurat menggunakan bahasa sederhana yang dapat dimengertinya mengapa suatu hal boleh ataupun tidak boleh.
Jika hal ini dilakukan berulang, anak akan mengerti dan dapat membedakan man hal yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan atau mana hal yang benar dan mana hal yang salah.
Tunjukkan cinta
Seorang anak berhak mendapatkan cinta dari kedua orang tuanya bukan? Bukan hal yang tabu untuk untuk menunjukkan bahwa orang tua mencintai anaknya. Justru hal ini diperlukan anak untuk meningkatkan rasa percaya diri anak dan menyadari bahwa dia berharga.
Sehingga saat orang tua menegur atau ketika dia menerima hukuman karena kesalahannya, anak menyadari bahwa itu demi kebaikannya, bukan karena orang tua tidak mencintainya. Orang tua dapat menunjukkan rasa cintanya dengan cara memeluk, memuji secukupnya, memberi perhatian atau disesuaikan dengan bahasa cinta anak.
Bimbing anak mengatur emosinya
Apakah Sobat Dy kerap mendapati seorang anak usia 1 hingga 4 tahun tanrum? Kadang orang tua bingung kenapa tiba-tiba anaknya menangis meraung-raung atau marah yang ekstrim.
Hal ini dikarenakan anak belum dapat mengutarakan keinginannya atau bisa juga anak belum dapat merespon hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Hal ini wajar karena anak pun masih dalam proses mengenali emosinya.
Orang tua dapat mengurangi frekuensi tanrum, durasi tanrum dan tingkat kemarahannya saat tanrum dengan cara membimbing anak untuk mengenali emosinya. Berikut tipsnya:
-Tidak bereaksi berlebihan saat anak menolak keinginan orang tua. Sobat Dy dapat mengalihkannya sementara kemudian mengulang kembali perintah sebelumnya.
-Tawarkan pilihan, misal berikan pilahn baju yang akan dikenakannya setelah selesai mandi.
-Ajak anak untuk mengkomunikasikan perasaannya setelah melakukan sesuatu atau mendapatkan perilaku tertentu. Misalkan anak kecewa karena mainannya dirusakkan teman, dampingi dan validasi perasaannya.
Penutup
Pola asuh yang tepat sejak dini dapat mendukung tumbuh kembangnya dengan baik. Wajar jika orang tua berusaha memberikan pola asuh yang tepat untuk putra putrinya. Bagaimana dengan Sobat Dy? Tentunya juga akan melakukan hal yang sama bukan?
Sobat dapat bercerita tentang pola asuh yang tepat untuk balita berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan selama ini di kolom komentar. Simak juga artikel berikutnya tentang mengasah keterampilan problem solving.
Referensi
1. https://edukasi.kompas.com/read/2021/11/21/172941871/9-pola-asuh-orangtua-yang-baik-pada-anak.


Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...